Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dinamika Gereja Katolik di Sekadau-Landak, Kalimantan Barat
#1
Saya buat thread ini untuk membahas/menginformasikan informasi mengenai dinamika Gereja Katolik di Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Landak, provinsi Kalimantan Barat.
Reply
#2
Saya tertarik dengan perkembangan dinamika kehidupan menggereja saudara-saudari kita di luar Jawa, Kalimantan Barat misalnya. Cukup menarik membahas Gereja Katolik di Kalimantan Barat di Sanggau, Ngabang-Landak dan sekitafnya yang merupakan konsentrasi besar Katolik.
Ignasius Ari, Driver ekspedisi lintas kota.
Seorang awam Katolik yang bangga menjadi orang Katolik  Cool
Reply
#3
Bupati Sekadau Resmikan Gereja Santo Gabriel Possenti Stasi Riam Batang, Sekadau

[Image: IMG-20191013-WA0014.jpg]

Nanga Mahap, Sekadau | Ratusan umat Katolik melaksanakan misa peresmian Gereja St. Gabriel Possenti Stasi Riam Batang, Paroki Nanga Mahap, Keuskupan Sanggau, Minggu (13-10-2019). Hadir dalam kegiatan, Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si beserta rombongan, Uskup Sanggau Mgr. Yulius G. Mencucini, Cp, Forkopimka Nanga Mahap, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan warga masyarakat yang turut memeriahkan acara tersebut.

Acara dibuka dengan upacara adat Injak Telur yang dilakukan oleh Uskup Keuskupan Sanggau, dan dilanjutkan dengan Pancung Buluh Muda oleh Bupati Sekadau sebagai wujud penghormatan kepada tamu agung.

Tamu undangan kemudian diarak menuju bangunan gereja St. Gabriel Possenti yang akan diresmikan dengan diiringi tarian adat Dayak masyarakat setempat. Pembukaan tirai papan nama gereja oleh Bupati Sekadau serta pengguntingan pita oleh Ketua Penggerak PKK Kab. Sekadau, Ny. Kristina Rupinus, S.Pd, M.Si sebagai tanda diresmikannya Gereja St. Gabriel Possenti stasi Riam Batang.

Acara dilanjutkan dengan pemberkatan gedung oleh Uskup, dan dilanjutkan dengan Misa Syukur sekaligus pemberian sakramen Krisma kepada kurang lebih 95 umat katolik. Ketua panitia presmian Gereja, Sebastianus Anen memaparkan bahwa bangunan gereja dengan luas 8 x 12 meter bisa direalisasikan berkat dukungan dari Pemerintah Daerah, Swadaya Masyarakat, Paroki Nanga Mahap, serta para donatur.

"Kami ucapkan terimakasih kepada tamu undangan baik dari kalangan pejabat daerah maupun kepada masyarakat yang telah bersedia hadir dalam acara ini, walaupun kondisi cuaca yang gerimis", ucap Anen.

Bupati Sekadau dalam pemaparannya berharap kepada umat katolik khususnya stasi Riam Batang agar dengan tempat ibadah yang baru supaya lebih bersemangat lagi meningkatkan keimanan.

https://wartaterkini.news/bupati-sekadau...am-batang/
Reply
#4
Peresmian Gereja Pelindung Tritunggal Maha Kudus di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencuccini mengatakan bahwa bangunan Gereja Paroki yang baru saja diresmikan merupakan bukti iman umat kepada sang Penciptanya, bukti ketekunan umat dalam berswadaya dan menderma.

"Untuk itu, kehadiran gereja Paroki ini diharapkan umat semakin bertekun dalam iman. Bertumbuh dalam iman serta menjadi batu-batu hidup dalam pelayanan iman terhadap sesama, umat juga diharapkan agar rajin berdoa, rajin membaca alkitab dan melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari, berbuat baik dan jadilah saksi kristus di tengah lingkungan dimana berada, "katanya.

Uskup juga mengucapkan erimakasih dan rasa bangga atas semangat umat yang telah melalui perjalanan panjang bertekad untuk membangun gereja ini, kemudian kepada Pemerintah Daerah yang juga berperan sehingga berdirinya gereja terentang ini serta para donatur lain. "Kepada umat selamat menggunakan bangunan gereja paroki terentang dan berkaryalah dalam iman, "tuturnya.

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan terkait dengan peresmian gereja paroki terentang bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau mempunyai tanggung jawab membina masyarakat khususnya umat dalam keimanan.

"Pemerintah bekerja sama dengan pemimpin agama yang ada di wilayah Kabupaten Sanggau. Dan terus mendorong keimanan masyarakat agar umat hidup dalam kebaikan, rasa persaudaraan dalam keberagaman, saling menghargai satu sama lainnya dalam mewujudkan Sanggau Budiman (berbudaya dan beriman), "ujarnya. (Tribun Pontianak)
Reply
#5
Peresmian Gereja Katolik Santa Maria Goreti Stasi Serasau, Kabupaten Sekadau

[Image: Bupati-Rupinus-dan-Uskup-Sanggau-Resmika...60x420.jpg]

Bupati Sekadau, Rupinus didampingi, Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencucini, CP meresmikan penggunaan Gereja Katolik Santa Maria Goreti Stasi Serasau, Minggu (27/10/2019).

Turut hadir sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau serta perwakilan dari SKPD lainnya. Turut pula hadir Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aron, SH dan Anggota DPRD Sekadau, Abuntono, SP, Wakapolres Sekadau, Kompol Florentus Situngkir, S.IK dan Ketua Tim Penggerak PPK Kabupaten Sekadau, Kristina Rupinus, tokoh masyarakat, para Pastor, Bruder, Frater dan Suster.

Kedatangan Rombongan Bupati serta Keuskupan Sanggau disambut meriah oleh Umat Katolik Stasi Santa Maria Goreti Stasi Serasau dengan iringan tari adat dayak yang menambah semaraknya acara peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Stasi Serasau.

Pada Kesempatan itu Bupati Rupinus didaulat memancong buluh muda sebagai wujud penghormatan umat Katolik kepada tamu agung. Bupati Rupinus berserta Uskup Sanggau Mgr. Yulius Mencucini CP juga didaulat untuk membuka tirai papan nama tanda diresmikannya Gereja Katolik Stasi Serasau. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Sekadau, Kristina Rupinus didaulat untuk menggunting pita peresmian gereja.

Acara dilanjutkan dengan pemberkatan di luar dan dalam gedung oleh Uskup Keuskupan Sanggau dan setelah itu dilanjutkan dengan Misa Syukur selanjutnya Sakramen Krisma kepada 200 umat Katolik Stasi Serasau oleh yang mulia Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencucini, CP.

Dalam sambutannya, Bupati Rupinus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sekadau sangat mendukung dan mengapresiasi pembangunan tempat ibadah di Kabupaten Sekadau seperti gereja dan rumah ibadah lainnya.

“Tentu kita mendukung dan menyambut baik pembangunan tempat ibadah khususnya di Kabupaten Sekadau,” ujar Bupati.

Orang nomor wahid di Bumi Lawang Kuari ini berpesan agar gedung Gereja Katolik Stasi Serasau yang baru saja diresmikan dan diberkati oleh Uskup keuskupan Sanggau ini dipelihara dan dirawat dengan baik dan sungguh-sungguh.

“Karena membangun itu gampang tetapi merawatnya susah. Untuk itu diperlukan kekompakkan dan keberasamaan umat dalam menjaga dan merawat bangunan gereja yang menjadi kebanggaan umat Katolik Stasi Serasau,” tukasnya.

Bupati Rupinus mengatakan, keberadaan gedung Gereja ini juga dapat mengikat rasa persaudaraan yang tinggi dengan semua orang.

“Terima Kasih atas pembinaan yang diberikan oleh Bapak Uskup terima kasih juga pada Pastor paroki Sekadau Kristianus CP yang telah memberikan pembinaan Kepada umat sehingga pembangunan gereja ini bisa selesai. Terima kasih juga atas partisipasinya umat Katolik Stasi Serasau dalam mewujudkan pembangunan Gereja. Pesan saya untuk Krismawan dan Krimawati supaya menjadi saksi Kristus yang kuat dan kokoh jangan sampai melanggar Krisma yang telah diucapkan,” tandasnya.

Sementara Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencucini, CP memberi apresiasi umat katolik Stasi Serasau yang sudah membangun Gereja yang cukup megah.

“Hal ini mencerminkan iman umat katolik Stasi Serasau akan Tuhan sudah semakin baik dan berkembang ujar dia,” kata Uskup asal Italia ini.

Gereja yang dibangun dengan susah payah oleh umat Katolik Stasi Serasau ini, kata dia, merupakan bukti umat mencintai dan dekat dengan Tuhan, bukti kebaktian umat kepada Tuhan.

“Apa guna mendirikan Gereja yang sudah megah kalau tidak digunakan untuk sembahyang, umat mendirikan gereja ini bukti umat mencintai Tuhan, untuk itu Gereja ini harus diisi dengan kegiatan kegiatan rohani, bilamana ada masalah ajak umat berdoa di Gereja,” pesan Uskup.

Uskup juga meminta umat Katolik Stasi Serasau agar para pemuda dan pemudi terpanggil untuk menjadi Pastor dan Suster di masa akan datang agar dapat mengikuti perkembangan jaman pesatnya agama Katolik di Indonesia khususnya Kabupaten Sekadau.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Serasau melaporkan bahwa Gereja Katolik Stasi Serasau yang memiliki lebar 10 meter dan panjang 20 meter itu menghabiskan dana pembangunan kurang lebih Rp390 juta.

Adapun sumber dana dari berasal sumbangan Pemerintah Kabupaten Sekadau sebesar Rp150 juta dan selebihnya dari swadaya umat Stasi Serasau, dari Keuskupan, dari para donatur dan umat Katolik Stasi Serasau.

“Terima kasih kami ucapkan atas dukungan pemerintah, para donatur dan umat Katolik Stasi Serasau,” pungkasnya.

https://www.kalbaronline.com/2019/10/28/...ia-goreti/
Reply
#6
Peresmian Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Stasi Bondes, Sanggau di Resmikan oleh Uskup Sanggau dan Bupati Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

[Image: IMG_20191117_130049-300x225.jpg]

SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, S.IP, M.Si hadir dalam peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Stasi Bondes, Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, Minggu (17/11/2019). Pemberkatan Gereja dilakukan oleh Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr.Julius Giulio Mencuccini, CP dan sekaligus memimpin Misa bersama.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Sekcam Tayan Hulu, Manudi, Forkompimcam, Pastor Paroki John Edi, Pastor Fedelis, Kades Pandan Sembuat, Titus Linggang Hari, SE, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan masyarakat (umat) Stasi Bondes.

Kedatangan Bupati Sanggau bersama Uskup Keuskupan Sanggau beserta rombongan disambut hangat oleh masyarakat (umat) Stasi Bondes. Yang mana sebelum melaksanakan pemberkatan dan Misa bersama, terlebih dahulu dilaksanakan ritual adat Dayak dan pancung buluh muda, pembukaan plang nama Gereja serta pemotongan pita oleh Bupati Sanggau dan dilanjutkan dengan pemberkatan bagian luar dan dalam oleh Uskup Keuskupan Sanggau.

Pada kesempatan tersebut, Pastor Paroki Sosok John Edi menyampaikan adapun kontribusi dari umat, para donatur, dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau membuktikan bahwa terjalinnya simpul-simpul kerjasama antara pihak Gereja dengan Pemerintah Daerah dan para donatur sehingga dapat terwujudnya bentuk pembangunan Gereja tersebut.

“Saya merasa senang dan bangga sebagai Kepala Pastor Paroki dari Tahun 2015 hingga saat ini sebanyak 40 Gereja sudah diresmikan. Setiap tahun kita mewujudkan satu Gereja di kampung dan ini merupakan suatu program dari Paroki,” ucapnya.

Pastor, John Edi juga mengucapkan terimakasih kepada umat, para donatur serta dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau yang mau peduli terkait kehidupan rohani umat Katolik, sehingga dapat terwujudnya yang menjadi seven brand images dari pembangunan Kabupaten Sanggau yakni; masyarakat yang berbudaya dan beriman.

“Pesan saya bahwa kampung Bondes sudah memiliki Gereja. Setelah peresmian ini jangan sampai Gereja tinggal Gereja, akan tetapi mohon kiranya kepada kita semua untuk bisa membuka hatinya untuk selalu dengan penuh kesadaran untuk datang kepada Tuhan,” pesan Pastor Paroki John Edi.

Selanjutnya, Uskup Keuskupan Sanggau Mgr.Julius Giulio Mencuccini, CP menyampaikan bahwa Gereja ini merupakan Gereja yang ke-19 yang diresmikan untuk tahun 2019 ini.

“Untuk tahun 2019 ini sebanyak 19 Gereja yang sudah saya resmikan. Sejak saya menjadi Pastor Paroki hingga menjadi Uskup sekarang ini sudah meresmikan sebanyak 898 Gereja,” jelasnya.

Uskup Mgr.Julius Giulio Mencuccini, CP juga mengucapkan terimakasih kepada umat Stasi Bondes yang sudah membangun Gereja yang cukup megah ini.

“Berpesan agar dengan diresmikan Gereja yang megah ini supaya umat Stasi Bondes ini untuk bisa melaksanakan sembahyang dihari minggu dan diisi dengan kegiatan rohani,” pesan Uskup Keuskupan Sanggau Mgr.Julius Giulio Mencuccini, CP.

Pada kesempatan yang sama Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan bahwa dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, umat dan juga dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau sehingga Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Stasi Bondes pada hari diresmikan.

“Pembangunan Gereja ini merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Sanggau yang setiap tahun kita selalu untuk penguatan iman dan ketaqwaan yaitu sebagaimana yang tertuang dalam seven brand images Kabupaten Sanggau yakni berbudaya dan beriman,” ujar PH sapaan akrab Bupati Sanggau.

Sebagai Bupati, ia juga merasa bangga dengan umat yang pada hari ini dan ditempat ini mereka masih semangat dan itu merupakan bukti iman seperti yang dikatakan Uskup.

“Terimakasih kepada masyarakat Dusun Bondes, kalian hebat luar biasa tentunya mudah-mudahan kedepan umat kita akan semakin baik,” ucapnya.

https://diskominfo.sanggau.go.id/baca/17...-resmikan/
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)