Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita dan Informasi Umum tentang Gereja Katolik
#11
Festival Paduan Suara Katolik Digelar di Balige.

Tobasa | Guna mewujudkan kesatuan hati yang lebih mendalam di kalangan umat Kristiani yang mengikuti, khususnya umat Katolik, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menggelar Festival Paduan Suara Katolik perdana di TB Silalahi Center, Minggu (13/10/2019).

Ada pun festival ini diikuti 11 kontingen. Tujuh kontingen dari Paroki Balige, 2 kontingen Paroki Parsoburan dan 2 kontingen Paroki Parapat. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Tobasa, Darwin Siagian, Wakil Bupati, Hulman Sitorus dan Sekretaris Daerah (Sekda) Audi Murphi Sitorus dan Ketua TP PKK, Brenda Ritawati Darwin Siagian.

Dalam sambutannya, Sekda yang juga Ketua LP3K, Audi Murphy Sitorus menuturkan, LP3KD melaksanakan Festival Paduan Suara Katolik berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016. Selanjutnya, Surat Keputusan (SK) Bupati Tobasa Nomor : 774 Tahun 2018 tanggal 28 September 2018 tentang Pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Kabupaten Tobasa periode 2018 -2023.

Sementara Pastor Vikep Ambrosius Nainggolan mengatakan, pepatah yang sering didengar selama ini ‘Doa Pembuka, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa sesudah Komuni’ menjadi lebih bermutu ketika dilagukan. Dengan dilagukan, kata-kata doa seolah didandani dan menjadi lebih indah.

“Dengan melakukan, bernyanyi dengan baik dan benar, sama dengan melakukan doa dua kali (Qui Bene Cantat, Bis Orat). Kalimat ini sering diucapkan Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga Gereja,” paparnya.

Menurutnya, festival ini untuk menjadikan sebuah kegiatan dalam membina umat. Termasuk dalam rangka menggali potensi di lomba paduan suara, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan, kerjasama, sportifitas dan persaudaraan.

“Tidak kalah penting sebagai sarana dalam peningkatan kualitas kehidupan rohani Katolik,” sebut Pastor Vikep Ambrosius.

https://lintangnews.com/festival-paduan-...di-balige/
Reply
#12
Gereja Katolik Kanonisasi 5 Orang Kudus Baru.

Paus Fransiskus memimpin kanonisasi lima tokoh sebagai orang kudus dalam perayaan Ekaristi pada Minggu (13/10/2019) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Empat di antaranya adalah kaum religius, yakni Kardinal John Henry Neuman, Suster Giuseppina Vannini, Suster Mariam Thresa Chiramel Mankidiyan, dan Suster Dulce Lopes Pontes.

Adapun seorang lagi tergolong warga awam yang bekerja sebagai penjahit, yakni Margarita Bays.

Paus mengumumkan kanonisasi kelima tokoh tersebut di hadapan hadapan 50 ribu-an umat yang hadir. (Tribun Manado)
Reply
#13
Safari Rosario di Ruteng NTT Libatkan Ribuan Umat Katolik.

[Image: DSCN2773-640x410.jpg]

Ribuan umat Katolik di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut dalam kegiatan Safari Rosario, Jumat (18/10/2019) sore.

Terpantau, ribuan umat ini melakukan long march pada beberapa jalur utama di Kota Ruteng. Rute long march yakni, dari Gereja Paroki Cewonikit- depan Kantor Bupati Manggarai dan berakhir di Gereja Katedral Ruteng.

Ribuan umat datang dengan menggunakan busana adat Manggarai. Mereka mengarakan patung Bunda Maria menuju Gereja Katedral Ruteng sambil berdoa rosario.

Walau Kota Ruteng sempat diguyur hujan lebat, namun tidak mengurungkan niat ribuan umat untuk datang berbondong-bondong mengikuti kegiatan Safari Rosario yang penuh khusyuk tersebut.

Sesampai di gereja katedral yang beralamat di Jalan Pelita Nomor 6, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong itu, ribuan umat langsung mengikuti misa kudus. Misa itu dipimping langsung oleh Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San.

Koordinator kegiatan Pastor Kristianus Jumi Ngampu, SMM mengatakan, acara tersebut dikenal dengan nama Safari Rosario Santa Perawan Maria.

Menurut dia, kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM), bekerja sama dengan Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng, para Suster Putri-putri kebijaksanaan, Suster Katekis, Suster FMVI, umat KBG St. Montfort dan KBG Nazaret, Kegiatan Maria, Sahabat Kebijaksanaan, dan Kerabat St. Montfort.

Menurut Pastor Kristianus, kegiatan Safari Rosario di Kota Ruteng sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu. Pada waktu itu, kata dia, kegiatan Safari Rosario dilantik dalam rangka memperingati 300 tahun wafatnya St. Louis Marie de Montfort, pendiri Kongregasi Serikat Maria Montfortan, Suster Putri- Putri kebijaksanaan dan Bruder St. Gabriel.

Ia menjelaskan, kegiatan Safari Rosario bertujuan untuk berdoa bersama Bunda Maria, memuji dan memuliakan Allah yang penuh belas kasih kepada manusia. Kemudian, menghormati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah dan Gereja.

Tujuan lain yakni agar umat makin bertumbuh dalam  kekudusan dengan menghayati janji-janji pembaptisan.

[Image: DSCN2780-594x420.jpg]

Kegiatan ini melibatkan semua umat Katolik. Tahun ini temanya Bunda Maria Ratu Misioner,” ujar Pastor Kristianus kepada VoxNtt.com, Jumat sore. Dikatakan, tema tersebut diangkat untuk menanggapi seruan Paus Fransiskus yang telah menetapkan bulan Oktober 2019 sebagai Bulan Misioner Luar Biasa.

Ia berharap, dengan kegiatan Safari Rosario ini juga menyadarkan umat akan tugas sebagai pewarta kabar gembira Injil di tengah dunia.

Sumber : https://voxntt.com/2019/10/18/safari-ros...lik/53132/
Ignasius Ari, Driver ekspedisi lintas kota.
Seorang awam Katolik yang bangga menjadi orang Katolik  Cool
Reply
#14
Menggalang Dana Pembangunan Gereja lewat Pengumpulan dan Penjualan Sampah Bernilai Ekonomis.

LAMPUNG – Stasi Santo Yohanes de Britto, Desa Sukabakti, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel) memiliki cara unik untuk  perehaban gereja.

Berbekal karung, kantong plastik, sebagian wanita dan kaum laki laki terlihat sibuk memungut sampah. Aktivitas memungut sampah di lingkungan gereja Santo Ferdinando Kalianda dilakukan pada Minggu (20/10/2019).

Supri, salah satu umat Katolik stasi Santo Yohanes de Britto menyebut kegiatan tersebut sudah berlangsung hampir lima bulan. Ia menyebut aktivitas mencari sampah plastik, kertas dan bahan bekas bernilai jual dilakukan untuk dana rehabilitasi gereja. Bangunan gereja yang sudah berusia puluhan tahun disebutnya sudah tidak layak untuk beribadah. Sebab sebagian kayu sudah keropos dan jumlah umat bertambah.

Sesuai dengan kesepakatan jemaat, panitia perehaban gereja memilih cara menggalang dana dengan menjual sampah. Tugas mencari sampah bernilai jual disebutnya diberikan pada umat dari Bina Iman Anak (BIA), Bina Iman Remaja (BIR), Orang Muda Katolik (OMK) hingga kaum wanita dan laki laki. Sejumlah sampah yang dikumpulkan akan dijual setelah memenuhi kuota untuk siap ditimbang oleh pengepul.

“Setiap ada acara di desa, di gereja kami meminta izin kepada tuan rumah agar boleh membersihkan sampah untuk dijual dengan tujuan mengumpulkan dana bagi rencana perehaban gereja stasi Santo Yohanes de Britto,” terang Supri saat ditemui Cendana News tengah memungut sampah dengan karung di gereja Santo Ferdinado Kalianda, Minggu (20/10/2019).

Supri mengungkapkan pada hari Minggu Misi Sedunia di gereja Santo Ferdinando Kalianda ratusan umat berkumpul. Setelah acara ekaristi dilanjutkan kegiatan anak anak misioner, sejumlah sampah plastik, kertas dibuang pada sejumlah lokasi tempat sampah.

Sampah yang dibuang tersebut selanjutnya dikumpulkan pada karung berukuran besar untuk dibawa ke penampungan. Mencari sampah untuk tambahan dana merehab gereja menurut Supri akan terus dilakukan. Sebab pencarian sampah menjadi cara umat menabung untuk menambah dana bagi perehaban gereja. Setiap hari pada waktu luang sebagian umat memilih mencari dan mengumpulkan sampah untuk ditampung pada lokasi yang sudah ditentukan.

“Sampah akan disortir di penampungan dipisahkan antara gelas plastik, botol dan kertas lalu akan ditimbang secara rutin setiap dua pekan,” papar Supri.

Sejumlah sampah plastik disebutnya memiliki nilai jual yang cukup lumayan. Jenis gelas plastik minuman dan botol minuman menurutnya dibeli oleh pengepul seharga Rp1.000.

Mendapatkan sampah sekitar 100 kilogram saja umat bisa mendapat hasil Rp100.000. Sejak pertama kali dilakukan dari hasil pengumpulan sampah, sudah dilakukan penjualan sebanyak empat kali.

Selain mengumpulkan sampah, umat Katolik stasi Yohanes de Britto menjual sejumlah makanan ringan. Ana, salah satu anggota OMK menyebut kegiatan berjualan makanan ringan diantaranya minuman es buah, sosis, bakso, nugget goreng dilakukan setiap pekan. Modal yang digunakan menurutnya berasal dari penjualan sampah. Memanfaatkan sejumlah acara kegiatan menjual makanan ringan menjadi cara menggalang dana.

“Sejumlah elemen mulai bina iman anak bina iman remaja, OMK dan sejumlah umat dilibatkan dalam penggalangan dana,” ungkap Ana.

Kebersamaan umat Katolik stasi Santo Yohanes de Britto dalam mengggalang dana disebut Ana menjadi bentuk kemandirian. Meski sejumlah umat tetap swadaya mengumpulkan dana setiap bulan, dana perehaban gereja ditambah dengan mencari sampah dan berjualan makanan dan minuman ringan. Cara tersebut ditempuh agar dana perehaban gereja bisa mencukupi.

Ketua Stasi Yohane de Britto, Yohanes Bambang yang ditemui saat mengumpulkan sampah mengaku perehaban gereja mendesak dilakukan. Sebab bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an tersebut sebagian masih memakai konstruksi kayu dan plafon geribik bambu. Perkembangan jumlah umat Katolik yang semakin bertambah membuat ruangan dalam gereja tidak mencukupi saat ibadah.

“Saat ibadah gabungan kami harus mendirikan tenda tambahan agar bisa dipakai ibadah sehingga perehaban mutlak dilakukan,” ungkap Yohanes Bambang.

Setelah bermusyawarah dengan seluruh umat, pilihan menggalang dana dengan sampah disepakati. Selain itu sebagian umat memilih berjualan makanan dan minuman ringan. Sejak pertama kali dilakukan beberapa bulan silam, sampah yang dikumpulkan sudah dijual selama empat kali. Sampah sengaja dikumpulkan dan dijual saat jumlahnya cukup banyak.

Dari sejumlah penjualan Yohanes Bambang menyebut sudah bisa mendapatkan Rp6 juta. Hasil penjualan sampah disebutnya akan semakin bertambah. Proses merehab gereja sesuai Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) bisa menghabiskan ratusan juta. Melalui pengumpulan sampah untuk dijual, menjual makanan dan minuman ringan, tambahan donasi dari umat ia berharap biaya merehab gereja akan lebih ringan.

Selain mendapatkan dana hasil penjualan sampah, Yohanes Bambang menyebut cara itu ditempuh untuk menjaga lingkungan. Melalui gerakan pengumpulan sampah Stasi Santo Yohanes de Britto Sukabakti ikut menjaga kebersihan.

Selain dikumpulkan dari sejumlah acara, sampah juga dikumpulkan dengan memungut sampah yang ada di pinggir jalan dan lokasi tempat pembuangan sampah.

https://www.cendananews.com/2019/10/stas...ampah.html
Reply
#15
Uskup Ruteng Ditahbiskan Pada 19 Maret 2020.

[Image: Siprianus-Hormat.jpg]
Uskup baru untuk Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat Pr.

Katoliknews.com – Uskup baru untuk Keuskupan Ruteng akan menerima tabhisan pada Kamis, 19 Maret 2020, demikian informasi dari Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar Pr.

Diwawancarai Katoliknews.com, Senin sore, 18 November 2019, Romo Alfons menjelaskan, ini tahbisan akan diselenggarakan di Ruteng.

Hal-hal teknis terkait upacara itu, termasuk pembentukan panitia, jelas dia, masih akan dibicarakan kemudian.

“Mohon dukungan dari kita semua,” katanya.

Paus Fransiskus telah menunjuk Mgr Siprianus Hormat Pr sebagai uskup baru untuk Keuskupan Ruteng, menggantikan Mgr Hubertus Leteng Pr yang mengundurkan diri dua tahun lalu.

Penunjukkannya diumumkan pada Rabu, 13 November 2019 dalam waktu yang hampir bersamaan di Vatikan, Jakarta dan Ruteng.

https://katoliknews.com/2019/11/18/uskup...aret-2020/
Reply
#16
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bellarminus Jakarta mengadakan Retret.

Retret Kelas 9 SMP St. Bellarminus – Jakarta: “Magical God in Life”, Amorpost.com – Siswa-siswi kelas 9 SMP St. Bellarminus Jakarta mengikuti retret dengan tema “Magical God in Life” di Shekinah Village, Depok, Kamis – Sabtu (14 – 16/11/2019).

Kegiatan retret tersebut dibuka oleh dua orang pembimbing yakni Kak Hendro dan Kak Susan, pada hari Kamis (14/11), pukul 16.00 di aula Thekila.
Para peserta yang mengikuti retret sangat antusias untuk mendengarkan dinamika selama kegiatan berlangsung.

Pada tiap sesi pertemuan, para peserta dilibatkan secara aktif dalam game bermakna yang mengharuskan mereka untuk saling membangun komunikasi dan kerjasama satu sama lain.

Setiap sesi diisi dengan pemberian motivasi dan penyadaran akan besarnya kekuatan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Selain itu, ada satu momen dimana setiap peserta saling suap pada saat makan malam. Momen ini dimaknai sebagai pelajaran untuk saling melayani satu sama lain.

“Tuhan hadir dan memberi kita kekuatan yang kadang tidak kita sadari dalam hidup. Kita mesti bersyukur bisa diberi kesempatan untuk melakukan apa saja di dunia ini”, ungkap kak Hendro pada suatu sesi.

Secara umum, setiap sesi mengajak pasar peserta retret kelas IX untuk saling menguatkan diantara sesama sebagai satu angkatan, membangun kerjasama yang positif, dan semangat dalam segala hal termasuk untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir.

Rangkaian kegiatan dibuat begitu menarik oleh pembimbing, seperti game, ceramah, spiritual outdoor, correctio fraterna, meditasi alam dan ditutup dengan perayaan ekaristi bersama.

Pada acara penutupan, Rm. Wahyu selaku pemimpin misa memberkati simbol angkatan kelas IX yakni “Denumo” dan juga memberkati para peserta retret dengan air suci.

Oleh: Alfonsus M. de L. Sakunab
https://amorpost.com/retret-kelas-9-smp-...d-in-life/
Ignasius Ari, Driver ekspedisi lintas kota.
Seorang awam Katolik yang bangga menjadi orang Katolik  Cool
Reply
#17
Umat Katolik Menikmati Kebebasan Beragama di Thailand.

BANGKOK – Paus Fran­siskus menemui pemimpin tertinggi agama Buddha di Thailand, di hari pertama dalam rangkaian tur Asia yang dia jalani. Dalam per­temuan simbolik ini, Paus Fransiskus duduk bersama Pemimpin Tertinggi Buddha, Somdej Phra Maha Munee­wong, di Kuil Ratchabophit, Bangkok.

Paus Fransiskus membawa dialog antar-agama dalam kunjungan ke Thailand, di mana dia akan menggelar misa yang diikuti umat se-Asia Tenggara, Kamis (21/11). Ini merupakan kunjungan per­dananya ke Negeri Gajah Pu­tih, di mana 0,5 persen dari to­tal populasi negara itu adalah pemeluk Katolik.

Pemimpin Gereja Katolik Roma berusia 82 tahun itu juga membawa pandangan tentang penderitaan anak-anak dan perempuan yang rentan, dan menurutnya, pan­tas mendapat masa depan yang “bermartabat”.

“Umat Katolik menikmati kebebasan beragama meski menjadi minoritas, dan hidup dalam harmoni bersama saudara dari agama Buddha,” ujarnya.

Mereka berdua duduk di depan patung emas Buddha, dalam kuil yang dibangun oleh mendiang Raja Chulalongkorn, 150 tahun silam. Ketika menyambut Paus, Phra Maha Muneewong tidak mengenakan alas kaki dan ber­jubah oranye.

Paus pun mengikuti dengan melepas sepatunya. Kuil yang dibuka pada 1869 itu adalah lokasi yang sama yang dikunjungi oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II, dalam kunjungannya 1984 silam.

Kunjungan itu juga berte­patan dengan 350 tahun per­ingatan “Misionaris Siam”, di mana kalangan misionaris Katolik sampai di sana pada abad 17. Meski dalam kunjungan­nya umat Katolik mendapat sikap skeptis, saat ini dilapor­kan ada 400.000 pemeluk Katolik di Thailand, dan jarang mendapat diskriminasi.

Pesan untuk Imigran

Sebelumnya, Paus dengan nama asli Jorge Ma­rio Bergoglio itu disambut menggunakan karpet merah oleh Perdana Menteri Pra­yut Chan-O-Cha. Setelah itu, dia menemui staf medis di Rumah Sakit St Louis, dan ditemani saudaranya, Suster Ana Rosa, yang sudah hidup di Thailand dan bertindak se­bagai penerjemah.

Di rumah sakit, Paus Fran­siskus menekankan akan upaya Gereja dalam memberi bantuan kepada rakyat Thai­land, terutama mereka yang membutuhkan. Dia juga tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membahas isu imigran, dengan menyatakan perlunya penanganan terhadap perda­gangan manusia. Dia merujuk kepada tragedi Oktober lalu, ketika 39 mayat warga negara Vietnam ditemukan dalam kontainer truk di Inggris.

“Ini sangat menyedihkan. Mari kita berdoa untuk mereka,” jelas Paus.

Dia mengakhiri agenda Kamis dengan menggelar misa massal di stadion nasional, yang di hadiri puluhan ribu umat. Jumat, dia akan menemui Raja Maha Vajiralongkorn.

http://www.koran-jakarta.com/umat-katoli...-thailand/
Reply
#18
Uca.news
Filipina adakan prosesi agung menjelang pesta Santa Maria.

Lebih dari seratus gambar Santa Perawan Maria diarak di sekitar tembok kota tua di Manila pada 1 Desember menjelang peringatan Perayaan Maria Dikandung Tanpa Noda pada 8 Desember nanti.

[Image: Grand-Marian-Procession-jvc-55-BI.jpg]
Seorang wanita muda membawa gambar Perawan Maria selama Prosesi Agung Maria di Manila pada 1 Desember untuk menandai Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda.

Ribuan orang dari semua lapisan masyarakat bergabung dalam prosesi keagamaan, yang menjadi salah satu pertemuan dan pesta gambar-gambar Maria yang paling ditunggu-tunggu di negara itu.

Selama 40 tahun terakhir, acara tahunan ini diselenggarakan oleh Yayasan Confradia de la Immaculada dengan bantuan Angkatan Bersenjata Filipina.

Ada 129 kereta  menawan memamerkan gambar-gambar dan gelar-gelar Santa Perawan Maria yang dipuja dari seluruh negeri.

Banyak dari para peziarah harus berhadapan dengan perjalanan yang susah di Manila  untuk menghadiri perayaan itu, sementara yang lain datang dari provinsi beberapa hari sebelum acara.

Bruder Eric Esguerra, yang memulai devosi kepada Perawan Maria pada 1980-an, bergabung dengan prosesi di atas kursi roda.

“Saya setengah buta, tetapi saya ingin membuktikan bahwa kecacatan seseorang bukanlah alasan untuk menjauh dari Tuhan,” kata Brother Esguerra, seorang pasien dialisis yang menderita stroke ringan.

Dia mengatakan “umurnya dipanjang” menjadi salah satu dari banyak hal yang paling dia syukuri kepada Perawan Maria.

“Aku seharusnya tidak berada di sini karena kondisiku,” katanya. “Tapi aku memberi tahu Perawan Maria bahwa aku benar-benar ingin melihatnya hari ini,” katanya.

[Image: 20191201-Grand-Marian-Procession-jvc-51-629x420.jpg]

Marcelina, yang bergabung dengan prosesi itu setiap tahun, telah terbaring di tempat tidur selama enam bulan terakhir tetapi memutuskan untuk bangun dan menghadiri perayaan tersebut.

“Saya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak makan. Jika itu kehendak Tuhan bagi saya untuk hidup, maka terjadilah,” katanya. “Harapan saya hanya di dalam Tuhan dan Maria dan melalui belas kasihan-Nya, saya disembuhkan,” kata wanita itu.

Prosesi Agung Maria adalah perayaan tahunan yang diadakan setiap hari Minggu pertama bulan Desember. Prosesi tahun ini berlangsung lebih dari enam jam.

Prosesi Maria pertama diadakan di Manila pada 8 Desember 1619, berlangsung selama 15 hari.

Selama pemerintahan kolonial Spanyol, yang berlangsung selama 300 tahun, prosesi tahunan, yang ditujukan untuk mempromosikan katekese , dilakukan secara bervariasi pada hari-hari prosesi itu diadakan.

Saat ini, prosesi ini telah menjadi momentum untuk memamerkan gambar-gambar Maria yang paling menonjol di negara itu.

Pesta tahunan konsepsi tak bernoda adalah salah satu “Hari Suci Wajib” yang berarti umat Katolik harus menghadiri Misa dan menghindari pekerjaan yang tidak penting, untuk memperingati Maria dikandung tanpa noda.

Pesta ini tidak merujuk pada kelahiran Yesus, melainkan kelahiran Maria oleh ibunya, Santa Anna.

Pada tahun 1854, Paus Pius IX menyatakan bahwa Santa Perawan Maria adalah, “sejak saat pertama dikandung… bebas dari semua dosa asal.”

https://www.uca.news/2019/12/02/umat-fil...nta-maria/
Reply
#19
Peresmian Gereja Katolik Santo Nikolaus - Tomohon, Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Andrei Angouw menghadiri Pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Santo Nikolaus di Kelurahan Kakaskasen, Kota Tomohon.

Kepada wartawan Tribunmanado.co.id Jumat, (6/12/2019) Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan pemerintah mendukung dan mengapresiasi pembangunan tempat ibadah Gereja Katolik Santo Nikolaus.

"Setelah Pemberkatan dan Peresmian oleh Uskup Benedictus E R Untu, dipelihara baik dan sungguh sungguh dirawat oleh jemaat karena keberadaan Gereja ini dapat mengikat persaudaraan yang tinggi dengan semua orang," ucap Olly.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Korompis Mewengkang Bersama Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Lokon SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang setia dalam pemberian diri untuk membangun Gereja Santo Nikolaus.

"Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkatnya kepada keluarga dilindungi dan diberkati selalu", ujar Gubernur Sulut.

Ia mengajak semuanya yang terlibat dalam peresmian ini untuk menjaga kekompakan dalam membangun kebersamaan umat kebanggaan katolik Santo Nikolaus. Di lokasi yang sama Uskup Benedictus E R Untu menyampaikan terima kasih banyak kepada Gubernur Sulawesi Utara.

"Atas kehadirannya yang selalu aktif dalam acara keagamaan dimanapun berada kemudian kami umat Katolik berterima kasih atas bantuan yang selalu diberikan baik di jemaat maupun Gereja Katolik yang ada di daerah Sulawesi Utara," tutup uskup (Ian).

https://manado.tribunnews.com/2019/12/06...di-tomohon
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)